Jumat, 30 November 2012

Lionel Messi, Cerita Seorang Brilian Menggapai Kesempurnaan

‘Berlari dengan langkah kaki kusut, bahkan menyundul bola dengan acuh tak acuh’
Anak berusia kurang dari 10 tahun itu menggiring-giring bola dengan kaki-kaki kecilnya menuju lapangan tempat berlatih sebuah klub lumayan terkenal di pinggiran kota Rosario. Tubuhnya relative kecil dibanding anak-anak seusianya, kemampuannya mendrible bola yang membuat beberapa pencari bakat Newlls Old Boys (klub di kotanya) tetap memperhatikannya.
Messi kecil dengan tubuh kecil dan ringkih jika tanpa kemampuan brilian di kakinya dapat dipastikan para pencari bakat tak akan meliriknya untuk kedua kalinya.
Cobaan datang menghampiri dirinya dan keluarganya, dokter setempat memvonisnya dengan sebuah penyakit yang berkaitan dengan hormone pertumbuhan, messi kecil diprediksi akan memiliki tinggi badan tak akan lebih dari 150 cm, sangat pendek bahkan untuk seorang lelaki dewasa di Indonesia. Pada perkembangannya di masa kini dengan treatment dan latihan keras Messi kecil  dapat mencapai tinggi 168 cm.
Orang tuanya dan klubnya tidak mampu untuk membiayai pengobatan di Argentina, dengan rujukan Newlls akan kemampuan dan prospeknya di masa depan Barcelona siap membiayai kelainan di dalam diri Messi kecil dengan syarat Messi di boyong dari Argentina.
‘bola tampaknya berlindung di kedua kakinya, dan sepertinya Messi tahu ke arah mana kaki lawannya sulit untuk digerakkan’
Pada perkembangannya di usia 13 tahun Messi kecil sangat mempesonakan Barcelona. Tidak memerlukan waktu panjang Barcelona B menariknya ke dalam squad, disini Messi benar-benar mempeson, dirinya mencetak gol dengan rataan satu gol per pertandingan!!
Selepas penderitaannya sebagai seorang anak dengan kelainan ditubuhnya, cerita anak dari Rosario berlanjut dengan penuh kesuksesan.
Di usia 16 tahun tim senior Barcelona memanggilnya dalam squad utamanya untuk melakukan debut melawan  Espanyol, Messi datang sebagai pemain termuda ketiga yang pernah memperkuat tim senior Barcelona.
Pasa usia 17 tahun 10 bulan dan 7 hari Messi menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah klub catalan itu.
‘seperti akan di dribbling kembali, tapi ditendang dengan tajamnya kearah gawang”
Bergabung dengan tim nasional Amerika U-20 bahkan ketika usianya belum genap 17 tahun, pada Juni 2004 melawan Paraguay. Seperti banyak orang argentina lainnya yang merupakan keturunan spanyol pada mulanya Spanyol sangat mengharapkan kemampuannya dalam tim nasional mereka meskipun pada akhirnya Messi memilih memperkuat negara dimana dirinya dilahirkan.
‘kerlingan matanya cukup untuk melihat dimana penjaga gawang berada, atau bahkan mata kakinya benar-benar bisa melihat?’
Pada tahun 2005 Messi berangkat ke Belanda bersama squad timnas u-20 untuk bertanding dan menjuarainya plus bonus mencetak 6 gol mengukuhkannya sebagai pencetak gol terbanyak di turnamen itu. Messi muda langsung dibanding-bandingkan dengan legenda Argentina, Maradona .
Di tahun 2010 Messi diikat ‘kembali’ selama 5 tahun ke depan dengan klausul pembelian oleh klub lain sebesar 150 juta euro.
“sulit untuk menjangkau tendangan menyusur tanah dan arahnya dekat sekali dengan tiang gawang, walaupun pelan”
Hanya satu pembuktian yang diperlukannya untuk disejajarkan dengan Maradona, membawa kejayaan Argentina di piala dunia seperti yang sudah dilakukan oleh Maradona di masa lalu.
Piala dunia ini merupakan kali keduanya, di Jerman 4 tahun lalu dirinya hanyalah seorang anak brilian yang sedang menuju kematangan, kali ini anak Rosario ini menunggu kematangan yang berakhir manis untuk kejayaan Argentina sebagai bentuk pembuktiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Read more: http://faktamuharam.blogspot.com/2012/12/cara-membuatmemasang-tombol-back-to-top.html#ixzz2G1uSGwOb